Jumat, 18 Oktober 2019

AC Milan Tak Punya Uang Dan Tak Punya Utang , Ini Solusinya


AC Milan Tak Punya Uang Dan Tak Punya Utang bukan lagi menjadi kesebelasan yang mampu berlomba dalam perebutan gelar scudetto Serie A dalam tujuh tahun terakhir. Kondisi ini pasti saja tidak lepas dari kinerja finansial yang tidak maksimal.
BACA JUGA : Sergio Aguero Mengalami Kecelakaan Mobil
Milan lumayan pasif di bursa transfer pemain, baik pada mula musim maupun di masing-masing Januari. Satu masalah yang dirasakan oleh Milan: tantangan finansial.
Milan sempat melakukan melakukan pembelian barang besar pada era Yonghong Li. Akan tetapi, akibat dari melakukan pembelian barang besar itu, finansial Milan memburuk. Li bahkan akhirnya memasarkan Milan lantaran tidak mampu membayar angsuran yang digunakan untuk melakukan pembelian klub.
Terakhir, kondisi finansial Milan pun tidak lumayan bagus. Milan mencatatkan kerugian menjangkau 145 juta euro pada musim 2018/2019 yang lalu. Lantas, bagaimana pakar finansial melihat situasi terkini Milan?

Beban Keuangan AC Milan

Pakar finansial dari La Repubblica, Luca Pagni, menuliskan bahwa AC Milan memang dalam kondisi keuangan yang buruk. Penurunan penghasilan yang begitu drastis ialah salah satu indikasi yang tidak dapat ditampik.
“Masalah besar yang anda lihat di sini ialah bahwa sponsor sudah turun dan begitu pun pendapatan secara keseluruhan. Sejauh ini, Ivan Gazidis tidak menunjukkan peradaban di bidang itu,” ucap Luca Pagni, dilansir dari Football Italia.
Di samping itu, Milan pun belum dapat merampingkan pengeluaran klub. Masih terdapat kontrak-kontrak besar yang memberi beban pada sisi keuangan klub. Bukan melulu kontrak pemain, bahkan kontrak semua direktur pun membuat finansial Milan terbebani.
“Biaya personel sudah meningkat paling besar dengan ekstra 35 juta euro, beberapa dari yang terjadi pada gaji Gazidis, Leonardo dan Paolo Maldini,” sambung Luca Pagni.

Milan Tidak Punya Utang

Luca Pagni menilai bahwa Elliott Manajemen, pengelola Milan, telah menyadari situasi tersebut. Karena itu, mereka sekarang mulai berhemat dan punya rencana memasarkan Milan di masa mendatang. Elliott sedang bersiap guna proses penjualan.
“Saya tidak menuliskan bahwa mereka tentu akan memasarkan dalam jangka pendek, namun mereka sekarang sedang berupaya untuk menciptakan para calon investor lebih tertarik untuk melakukan pembelian Milan,” kata Luca Pagni.
Di tengah kondisi finansial yang tidak dapat dibilang bagus, Luka Pagni menilai terdapat satu nilai positif dari situasi Milan. Rossoneri sekarang tidak sedang terbelit utang dengan pihak ketiga. Faktor ini dapat menarik untuk calon pembeli Milan.
“AC Milan tidak mempunyai utang dengan bank, jadi dalam permasalahan uji tuntas, pembeli potensial akan mendapati klub dalam situasi yang bersih,” katanya.

Harus Lolos ke Liga Champions

Penjualan AC Milana dalah penyelesaian jangka panjang yang disiapkan oleh Elliott. Sedangkan, guna jangka pendek, Luca Pagni menyinggung ada satu tahapan taktis yang dapat ditempuh oleh AC Milan yaitu lolos ke Liga Champions musim 2020/2021.
BACA JUGA : MESUT OEZIL SAYA AKAN TETAP DI ARSENAL SAMPAI TAHUN 2021
“Jika Milan lolos ke Liga Champions, mereka paling tidak bakal mendapat ekstra pendapatan sampai 39 juta euro. Dengan duit itu, semuanya bakal berubah,” kata Luca Pagni.
Hanya saja, tahapan untuk melaju ke Liga Champions tidak bakal mudah untuk Milan. Sebab, Milan mengawali musim 2019/2020 dengan buruk. Milan bahkan mesti menyelesaikan kerja sama dengan Marco Giampaolo dan menunjuk Stefano Pioli menjadi pelatih.

Bola Mata Najwa Mengupas Tuntas Seputar Bola, Dari Jadwal, Prediksi, Sampai Hasil Pertandingan Berbagai Macam Liga Pertandingan Bola Di Dunia. Mata Najwa Juga Rekomendasikan Situs Agen Bola Terpercaya Di Indonesia Yang Bernama BOLA206.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar